Dalam dunia peternakan kambing, pakan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha. Banyak peternak di desa masih mengandalkan rumput segar sebagai pakan harian. Namun, di musim kemarau atau saat cuaca ekstrem, pasokan rumput bisa terganggu. Di sinilah fermentasi rumput gajah kambing hadir sebagai solusi cerdas: murah, tahan lama, dan tetap kaya gizi.

Pengertian Fermentasi Rumput Gajah
Fermentasi rumput gajah kambing adalah proses pengawetan rumput gajah menggunakan bahan-bahan alami seperti molase, dedak, dan probiotik.
Kenapa Rumput Gajah Cocok untuk Fermentasi?
Rumput gajah merupakan salah satu jenis hijauan yang cepat tumbuh, mudah dibudidayakan, dan memiliki produksi yang tinggi. Dalam satu kali panen, petani bisa mendapatkan 30–40 ton per hektar. Selain itu, rumput gajah mengandung:
-
Serat kasar: membantu pencernaan kambing
-
Protein kasar: mendukung pertumbuhan dan produksi susu
-
Air: cocok untuk proses fermentasi
Karena itulah rumput gajah sangat ideal untuk dijadikan bahan utama fermentasi pakan kambing.
Manfaat Fermentasi Rumput Gajah untuk Kambing
Mengolah rumput gajah melalui fermentasi tidak hanya sekadar mengawetkan. Proses ini justru membawa banyak manfaat, di antaranya:
-
Memperbaiki Kualitas Gizi Pakan
Proses fermentasi membantu memecah serat kasar, sehingga lebih mudah dicerna oleh kambing. -
Meningkatkan Nafsu Makan Ternak
Aroma khas fermentasi yang manis dan asam ringan membuat kambing lebih lahap. -
Mengurangi Pembusukan dan Sisa Pakan
Pakan fermentasi lebih tahan lama dan tidak mudah basi, meskipun disimpan dalam jangka waktu lama. -
Menghemat Waktu dan Tenaga
Petani tidak perlu mencari rumput segar setiap hari. Cukup ambil dari stok fermentasi yang sudah disiapkan.
Alat dan Bahan untuk Fermentasi Rumput Gajah
Fermentasi bisa dilakukan secara manual. Namun jika ingin hasil lebih optimal, Anda bisa menggunakan mesin pencacah rumput agar ukuran lebih seragam dan mudah difermentasi. Salah satu alat yang banyak digunakan petani adalah mesin pencacah rumput dari EMBE Chopper, yang dirancang khusus untuk skala peternakan kecil dan menengah.
Bahan :
-
Dedak halus atau bekatul (sebagai sumber energi)
-
Molase atau tetes tebu (sebagai fermentor)
-
Probiotik cair (bisa pakai EM4 peternakan)
-
Air bersih secukupnya
Cara Membuat Fermentasi Rumput Gajah Kambing
Berikut langkah-langkahnya:
1. Persiapan Bahan
Cacah rumput gajah menggunakan pisau tajam atau mesin. Semakin halus, proses fermentasi akan semakin cepat.
2. Campurkan Bahan
Dalam ember atau terpal, campurkan rumput cacah, dedak, dan molase. Tambahkan probiotik dan aduk merata. Takaran umum:
-
100 kg rumput gajah
-
5–10 kg dedak
-
1 liter molase
-
1 liter probiotik cair
-
5 liter air
3. Simpan dalam Wadah Kedap Udara
Masukkan campuran tadi ke dalam tong plastik, kantong silase, atau karung plastik. Padatkan hingga udara keluar. Tutup rapat.
Ciri-Ciri Fermentasi yang Berhasil
-
Warna hijau kekuningan
-
Aroma harum sedikit asam
-
Tidak berjamur
-
Tidak busuk atau berair
Tips Lapangan: Pengalaman Petani di Wonogiri
Pak Slamet, seorang peternak kambing di Wonogiri, mulai menggunakan fermentasi rumput gajah sejak 2022. Ia mencacah rumput menggunakan mesin dan mencampurkannya dengan molase serta probiotik.
“Dulu saya tiap hari harus ngarit 3 kali. Sekarang cukup 1 kali seminggu buat stok fermentasi. Waktu saya jadi bisa buat kerja sampingan,” kata Pak Slamet.
Keuntungan Ekonomi bagi Peternak
Dengan sistem ini:
-
Waktu mencari pakan jadi lebih hemat
-
Produksi kambing (berat badan, susu) meningkat
-
Kambing lebih sehat dan siap panen lebih cepat
Kesalahan Umum Saat Fermentasi
-
Perbandingan bahan tidak seimbang
-
Tidak menggunakan probiotik (fermentasi bisa gagal)
Penutup
Fermentasi rumput gajah kambing adalah solusi praktis dan ekonomis bagi petani kecil yang ingin meningkatkan efisiensi pakan tanpa mengurangi kualitas. Dengan menerapkan teknik ini, petani bisa menyimpan pakan untuk musim kemarau, mengurangi pengeluaran harian, dan meningkatkan produktivitas ternak.
Jika Anda tertarik mencoba, mulailah dari skala kecil. Cacah rumput gajah yang ada di kebun, campur bahan fermentasi, dan simpan di tong plastik. Untuk hasil yang lebih efisien dan cepat, gunakan mesin pencacah rumput EMBE Chopper yang sudah terbukti membantu peternak skala kecil.
situs resmi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan – Kementerian Pertanian RI.